PEMBUNUH PRIA BERTATO DI CIAMIS DIJERAT PASAL PEMBUNUHAN BERENCANA
Hasil gambar untuk PEMBUNUH PRIA BERTATO DI CIAMIS DIJERAT PASAL PEMBUNUHAN BERENCANA

Berita Kriminal , Ciamis - Polisi Ciamis akhirnya berhasil mengungkap kasus dugaan pembunuhan pria bertato naga bernama Hendika Saputra (30). Atas perbuatannya, pelaku berinisial DH (36) terancam hukuman 20 tahun penjara.

"Motif tindak pidana pembunuhan ini pelaku ingin sepeda motor korban. Membujuk korban mempelajari ilmu kekebalan tubuh dengan cara dikubur hidup-hidup di Pantai Pangandaran," ujar Kapolres Ciamis AKBP Bismo Teguh Prakoso saat press rilis di Mapolres Ciamis Senin (11/6/2018).

Kapolres mengatakan, korban dikubur sampai leher lalu kepalanya dibungkus kain kemudian dikubur pasir. Setelah dipastikan korban tewas, pelaku langsung membawa kabur sepeda motor milik korban.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan pasal 340 jo pasal 388 jo pasal 364 KUHPidana dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara. 

"Hukuman maksimal 20 tahun penjara, jadi pelaku sudah merencanakannya. Sejauh ini pelaku sebelumnya belum melakukan tindak pidana," ungkap Bismo.

Polisi juga menangkap dua orang penadah yang menerima sepeda motor korban dari pelaku.

Sementara itu, kepada polisi, DH mengaku tidak berniat untuk membunuh korban yang juga merupakan temannya. Saat melakukan ritual mengubur korban untuk latihan kekebalan tubuh, ia lupa membuka penutup kepala korban setelah lebih dari lima menit hingga meninggal dunia.

"Setelah mengubur saya santai merokok di pinggirnya, kelalaian saya lupa waktu. Pas dilihat sudah meninggal," ungkapnya.

Karena ketakutan akhirnya pelaku langsung sekalian mengubur seluruhnya. Lalu menghubungi temannya yang lain untuk membawakan sepeda motor korban.

"Sepeda motornya saya gadaikan terima Rp 1,2 juta," katanya.

Menurut DH, korban meyakini memiliki ilmu kekebalan sehingga minta diajarkan pelaku. "Saya belajar di Banten, dulu sempat kebal selama satu minggu tapi sekarang sudah tidak lagi," pungkasnya. 
Read More >>>
WARTAWAN TAHANAN HAKIM KOTABARU MENINGGAL DIDALAM PENJARA
Gambar terkait

Berita Nasional , Kotabaru - Kasie Pidum Kejari Kotabaru Wahyu mengatakan wartawan kemajuanrakyat.co.id M Yusuf, yang meninggal saat berada di dalam penjara, adalah tahanan hakim. Hal itu, kata Wahyu, karena perkara yang menjerat Yusuf sudah masuk proses persidangan.

"Jadi (Yusuf) bukan tahanan kepolisian, bukan tahanan kejaksaan, melainkan tahanan hakim. Karena perkaranya telah disidangkan, jadi penahanan beralih dari kejaksaan ke pengadilan sejak perkara tersebut dilimpahkan ke pengadilan," jelas Wahyu, Senin (11/6/2018).

Wahyu mengatakan dirinya sebagai jaksa sekaligus Kasie Pidum dalam perkara pencemaran nama baik dan ujaran kebencian yang menjerat Yusuf. Alasan moril dia menangani kasus Yusuf adalah untuk menjaga marwah profesi wartawan.

"Saya menjaga marwah wartawan. Masak sih profesi wartawan dimainkan seperti itu. Dia yang mengatur demo, dia yang masukkan sendiri beritanya. Dia cari massa, sesudah cari massa, demo, hasilnya dia masukkan sendiri ke media online-nya. Di PWI juga tidak terdaftar dia (Yusuf)," terang Wahyu.

Yusuf diproses hukum karena laporan sebuah perusahaan sawit di daerah Kotabaru, Kalimantan Selatan, yang merasa terus-menerus 'diserang' lewat pemberitaan di media online oleh Yusuf.

Dia dijerat Pasal 45 ayat 3 dan atau 45A ayat 2 UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. 
Read More >>>
Ibu Disekap, 2 Bocah Tewas Ditendang hingga Disetrum Ayah dan Neneknya saat Ritual Pengusiran Setan

Ibu Disekap, 2 Bocah Tewas Ditendang hingga Disetrum Ayah dan Neneknya saat Ritual Pengusiran Setan

PemainbandarQ

Dua kakak beradik di India berusia 5 tahun dan 3 tahun tewas ditangan ayah kandung dan neneknya.

Pengorbanan ini terjadi di desa Kotfata, Bathinda pada Rabu malam dan telah mengejutkan seluruh Punjab.

Nirmal Kaur (55) dan putranya, Kulwinder Singh (32) melakukan hal keji tersebut dalam sebuah ritual pengusiran roh jahat.

Dilansir Tribun-video dari India Today melalui Intisari, Kaur, sang nenek dilaporkan telah meyakinkan putranya untuk disetrum agar bisa mencapai 'pencerahan'.

Kaur dam Singh pada hari Selasa memutuskan untuk mengorbankan Ranjot yang berusia lima tahun dan Anamika yang berusia tiga tahun untuk mencapai tingkat tantra.

Keduanya meyakinkan Rozy, istri Singh, bahwa anak-anak tersebut akan hidup kembali setelah pengorbanan.

Anak-anak itu diletakkan di depan Nirmal Kaur yang bersama putranya, mereka disiksa tanpa ampun dengan cara menampar dan menendang mereka.

Setelah itu anak-anak dipukuli dengan penjepit panas (chimta).
 Ketika anak-anak jatuh pingsan, Nirmal Kaur memerintahkan putranya untuk memberi mereka kejutan listrik dalam upaya untuk menghidupkan mereka kembali.

Kemudian, dia juga meminta putranya untuk menaruh potongan-potongan lampu tabung listrik di dalam mulut anak-anak.

Rozy berusaha untuk menghentikan suaminya dan ibu mertuanya tetapi malah dipukuli dan dikunci di sebuah ruangan.

Dia terus menangis minta tolong, tetapi tidak ada yang datang menyelamatkan anak-anaknya yang tidak bersalah yang meninggal karena sengatan listrik.

Para tetangga bergegas ke tempat ketika mereka mendengar jeritan dan memanggil polisi.

Nirmal Kaur dan putranya, Kulwinder Singh, ditangkap polisi di Kotfatta, Bathinda di India utara

Polisi menangkap ibu dan anak tersebut karena mempraktekkan ilmu sihir.

"Kami telah menangkap terdakwa Nirmal Kaur dan Kulwinder Singh."

Baca: Siswi SMP di Jember Lakukan Hal Tak Pantas pada Adik Kelasnya, Polisi Ungkap Motifnya

"Kami akan mengambil tindakan terhadap mereka. Kondisi istri dan saudara perempuan Singh sangat serius."

"Mereka diberi perawatan medis," kata SSP Bathinda, Swapan Sharma.

Dikabarkan Nirmal Kaur selama ini ditakuti oleh tetangganya karena memiliki 'roh jahat'.
Read More >>>
Pembunuh Wanita dalam Boks di Musala Ditangkap, Alasannya Habisi Nyawa Korban Tak Dipercayai Polisi

Pembunuh Wanita dalam Boks di Musala Ditangkap, Alasannya Habisi Nyawa Korban Tak Dipercayai Polisi


PemainbandarQ

Pelaku pembunuhan wanita yang menyimpan mayat korban dalam boks plastik putih biru ditangkap, Minggu (10/6/2018) malam.

 BanjarmasinPost.co.id, penangkapan dilakukan tim gabungan Polda Kalsel dan Resmob Polres Banjar di kawasan Sultan Adam, Banjarmasin Tengah.

Dalam siaran langsung Facebook BPost Online, pelaku, Riyad, memberi alasan tak masuk akal yang tak langsung dipercaya petugas.Riyad mengaku membunuh korban karena melihatnya seperti hantu.
dentitas mayat wanita itu sendiri telah terungkap pada Minggu (10/6/2018) siang.

Ia diketahui bernama Linda Wati (32), warga Anjir Serapat Timur Km 14 Kapuas Timur, Kapuas, Kalimantan Tengah.

Sebelumnya, pria berusia sekitar 40 tahun dengan mengendarai sepeda motor menurunkan boks plastik putih biru di kawasan Desa Pemakuan, Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar.

Zulkifli (20), saksi, tengah tadarus Alquran bersama jemaah lainnya di Musala Al Musyarrofah saat melihat pria asing itu.

"Laki-laki itu berjabis (jambang), kemudian menitip box, saat ditanya isinya apa, laki-laki itu menjawab isinya pakaian," terang Zulkifli kepada banjarmasinpost.co.id

Namun, sampai Subuh, pria itu tak kembali, sehingga warga berinisiatif membuka boks titipannya.

Ternyata boks tersebut berisi beberapa lapis kantong plastik yang ditata rapi.

Saat dibuka seluruh kantong plastik tersebut, warga seketika terkejut lantaran terdapat mayat wanita dengan tangan terikat di dalamnya.

Read More >>>
Pria 'Kemayu' Ditangkap Saat Menawarkan Cewek ke Polisi yang Sedang Menyamar

Pria 'Kemayu' Ditangkap Saat Menawarkan Cewek ke Polisi yang Sedang Menyamar

PemainbandarQ

Tim Opsnal Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sumbar membekuk seorang pria diduga sebagai mucikari disebuah hotel, Jalan Bundo Kanduang, Kecamatan Padang Barat, Kota Padang, Sabtu (9/6/2018) dinihari sekitar pukul 00.30 WIB.Pria kemayu berinisial FM (20) itu, ditangkap setelah seorang petugas kepolisian Polda Sumbar yang bertugas di Ditreskrimum melakukan penyamaran sebagai pria hidung belang, dengan pura-pura memesan seorang perempuan malam untuk dijadikan sebagai teman tidur."Selain menangkap terduga mucikari, kami juga amankan dua orang perempuan berinisial DS (20) dan RRS (21) yang dijadikan sebagai budak nafsu lelaki hidung belang," kata Dirreskrimum Polda Sumbar Kombes Pol Erdi A.

 Chaniago kepada tribunpadang.com, Minggu (10/6/2018) sore.Penangkapan pelaku, jelas Erdi, berawal dari informasi masyarakat bahwa pelaku diduga sebagai mucikari.Kemudian, petugas melakukan penyamaran dengan memesan wanita malam kepada terduga mucikari tersebut.Penyamaran petugas akhirnya membuahkan hasil.Pelaku dengan petugas yang menyamar, kemudian beraepakat untuk bertemu di sebuah kamar hotel.

Setelah pertemuan dan adanya transaksi antara petugas dengan pelaku, petugas lalu meringkus pelaku dan mengamankan dua wanita malam teraebut di dua lokasi berbeda."FM dan wanita malam berinisial DS diamankan di kamar 318 sebuah hotel inisial A di Jalan Bundo Kanduang. Sedangkan RRS diamankan di ruangkan karaoke hotel tersebut. Setelah diamankan, pelaku dan dua wanita malam yang jadi korban, kemudian dibawa ke Mapolda Sumbar untuk menjalani pemeriksaan," ujarnya.


Selain menangkap pelaku dan mengamankan dua orang wanita yang jadi korban, lanjutnya, petugas juga mengamankan barang bukti berupa uang tunai Rp1,3 juta yang merupakan hasil transaksi bisnis porstitusi, 2 unit handphone merek Iphone 7, dan Samsung warna putih."Dari hasil pemeriksaan, pelaku mengakui lerbuatannya, dan telah menjalankan bisnis prostitusi tersebut sekitar 1, 5 tahun. Untuk modusnya, pelanggan yang membutuhkan jasa perempuan malam memesan kepada pelaku melalui telepon," bebernya.Pelaku, sambung Erdi, tidak menggunakan media online sebagai media promosi wanita malam yang akan dijualnya.

Setiap transaksi, pelaku mendapat keuntungan Rp300-Rp400 ribu, tergantung hasil nego antara pelaku dengan proa hidung belang."Rata-rata perempuan yang dijual pelaku kepada pria hidung belang seharga Rp1,2 juta. Sebagian dari wanita malam yang dijualnya berstatus sebagai mahasiswa. Namun untuk yang dua ini, kami belum tahu statusnya. Tapi kemunkinan keduanya akan dikirim ke Andam Dewi Sukarami untuk direhab," imbuhnya.

Erdi juga menyampaikan, saat ini muncikari dan kedua perempuan itu masih diperiksa penyidik sebagai tersangka.Sementara, dua orang perempuan hang diamankan statusnya masih saksi."Salah aatu saksi saat diperiksa, mengaku nekat menjual dirinya, karena faktor keluarga dan ekonomi," pungkas Erdi.











Read More >>>